Lombok Kembali Diguncang Gempa Susulan

152
Bagikan via
Saat terjadi gempa, sejumlah pengungsi berusaha menghubungi keluarganya/foto by Inci

Lombok- Lombok kembali di guncang gempa susulan.  Tercatat, sidikitnya 36 aktivitas gempa susulan yang menyerang Lombok, hingga Minggu pukul 23.00 wib. Bahkan getaran gempa sangat terasa hingga wilayah indonesia timur.

Berdasarkan data BMKG, gempa tektonik di wilayah Lombok, Minggu, 19/08 dari pukul 11.00 wib hingga 22.30 wib terjadi kurang lebih 6 kali guncangan. Guncangan yang paling hebat terjadi pada pukul 21.56 wib, dengan kekuatan gempa 7 SR.

“Kami di wilayah Kecamatan tanjung Lombok Utara. Sampai saat ini, kami masih cemas, guncangan masih terjadi. Kami diimbau untuk menghindari gedung-gedung, “ kata salah satu relawan UNHAS Makassar Andi Inci yang dihubungi via wa pada pukul 23.30 wita.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika terjadi gempa relawan yang berada di posko, dan sejumlah pengungsi panik. Mereka berlari menghindari gedung dan bangunan. Semua berusaha menghubungi keluarganya, namun jaringan tidak mendukung. Tiba-tiba menghilang.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui siaran persnya menyatakan, pada hari Minggu, 19 Agustus 2018, pukul 11.10.22 WIB, wilayah Pulau Lombok diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,5.

Selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,24 LS dan 116,66 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 32 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Mengingat episenternya relatif sama dengan gempa bumi M=7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu, maka BMKG menyatakan bahwa gempa bumi ini merupakan gempabumi susulan (aftershock) dari rangkaian gempabumi yang terjadi sebelumnya.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara III SIG-BMKG (VI MMI), di Mataram II SIG-BMKG (IV MMI), di Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Bima, dan Sumbawa Besar II SIG-BMKG (III MMI), di Denpasar, Waingapu dan Jimbaran I SIG-BMKG (II MMI).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

Editor  : Andi Amriani

 

 

Leave a Reply