Nasu Palekko, Olahan Bebek Khas Bugis Yang Ekstra Pedas

139
Bagikan via
Nasu Palekko/INT

Nasu Palekko, jika Anda pencinta kuliner ekstra pedas, tak ada salahnya mencoba kuliner khas bugis yang satu ini. Namanya Nasu Palekko. Cita rasa dan sensasi pedasnya dijamin dapat menggoyangkan lidah dan membuat Anda mandi keringat, saat mencicipinya.

Masakan ini sering ditemui di Kabupaten Sidrap dan Pinrang. Nasu Palekko, memiliki ciri khas pada bahan dasar yakni menggunakan bebek, itik. Terkadang, ada juga yang berkreasi menggunakan ayam. Tetapi, jika menggunakan ayam cita rasa yang dihasilkan sangat berbeda.

Sementara, untuk bumbunya terbuat dari merica, garam, vetsin, cabe rawit sesuai selera, bawang merah, dan bawang putih. Sedangkan, untuk menghilangkan bau amis daging bebek bisa menggunakan asam jawa, cuka, atau menggunakan asam yang terbuat dari mangga yang telah dikeringkan. Sehingga menghadirkan sensasi rasa kecut di lidah. Untuk menambah aroma bisa menambahkan daun salam, agar rasanya semakin variatif bisa ditambahkan kunyit secukupnya.

Anda yang berada di daerah Makassar, tidak perlu jauh-jauh ke Sidrap atau Pinrang. Pasalnya, sudah banyak rumah makan yang menyediakan menu ini. Antara lain, di Jalan Tamalate, Jalan Adyaksa, dan Jalan Panakkukang.

Bukan hanya rumah makan, bahkan banyak ibu rumah tangga yang memasak di rumah dan menjualnya secara online sebagai salah satu usaha mereka. Untuk cara memasak ataupun mengolah bumbu, masing-masing punya rahasia tersendiri.

Berkuah Khas Sidrap

Jika Anda pernah mencicipi Nasu Palekko yang memiliki kuah berwarna gelap, itu adalah nasu palekko khas Kabupaten Sidenreng Rappang alias Sidrap. Kuah ini didapatkan dari air rebusan cincangan daging bebek yang telah dicampur dengan perasan air jeruk. Sehingga, saat kuah ini “mendarat” di lidah akan terasa segarnya.

Tekstur kuah yang kental dan segar akan bercampur dengan rasa pedas akan membuat Anda berkeringat. Tetapi, Anda yang tidak menyukai makanan ekstra pedas, nasu palekko bisa dibuat dengan rasa pedasnya.

Soal bumbu dasar masih menggunakan bawang merah, bawang putih, merica, cabe rawit, jeruk atau asam, dan kunyit. Ketika bumbu ini dicampur akan menghasilkan aroma yang khas.

Kering Berwarna Merah Khas Pinrang

 Jika nasu palekko Sidrap identik dengan kuahnya yang kental, maka nasu palekko asal Kabupaten Pinrang sangat identik dengan warnanya yang merah serta tanpa air alias kering. Warna merah ini merupakan hasil campuran cabe rawit ataupun lombok merah yang telah dihaluskan. Sementara, airnya benar-benar dibuat meresap ke dalam daging sehingga air sisa rebusan tidak tersisa.

Soal bumbu dasar hampir sama. Hanya saja setiap orang yang mengolahnya berbeda-beda. Untuk mendapatkan rasa ekstra pedas di lidah ditambah daging bebek yang lembut, maka cara memasaknya yaitu daging yang telah dicincang dimasak di dalam rendaman air yang cukup  banyak. Tetapi, harus disesuaikan dengan tekstur daging apakah daging bebek yang digunakan keras atau lembek. Jika tergolong keras, maka membutuhkan air yang cukup banyak untuk mendapatkan tekstur daging yang baik.

editor  : Andi Amriani

diolah dari berbagai sumber

Leave a Reply