Kurangi Tangisan Bayi dengan Menggendong

214
Bagikan via
Komunitas menggendong bayi

Bayi yang baru lahir hanya membutuhkan Air Susu Ibu (ASI) dan buang air kecil serta tidur. Ketika ada salah satunya tidak terpenuhi, bayi akan menangis. Namun jika seorang ibu selalu menemaninya, kebutuhan-kebutuhan tersebut akan cepat terpenuhi dari sang ibu.

Untuk selalu bersama bayi, seorang ibu harus menggendongnya. Dengan menggendong, anak akan cepat mendapatkan apa yang dibutuhkan dari ibunya. Misalnya ketika membutuhkan ASI. Dengan begitu, bayi tidak perlu menangis untuk menunggu ibunya.

Koordinator Indonesian Babywearers Wilayah Sulawesi ,Yuni Fitriani Natsir mengungkapkan pentingnya menggendong bayi. Bayi yang sering digendong jarang menangis. Menurutnya, ibu dan anak punya bonding, ikatan yang kuat.

“Bayi yang baru lahir itu kebutuhannya hanya pipis dan nenen. Jadi kalau digendong, dapat diketahui kapanpun ia lapar. Sehingga jarang menangis,” ungkapnya belum lama ini.

Dengan menggendong bayi, kedekatan antara ibu dan bayi menjadi kuat. Menggendong dapat menenangkan bayi. Karena saat beraktifitas bersama, bayi ikut merasakan emosi dari ibunya. Dari situ bayi merasa aman dan nyaman.

Perempuan kelahiran Sorowako ini juga mengatakan, menggendong mengajarkan bayi bergembira. Karena saat bayi digendong seorang ibu akan melangkah dengan irama, dan mengajak ngobrol dengan bahagia.

Selain itu, tambah Ketua AIMI Ranting Sorowako ini, menggendong akan menstimulasi keseimbangan bayi. “Keseimbangannya lebih bagus. Ketika ibunya ke kiri, bayi ikut ke arah kiri, begitupun sebaliknya. Lebih terstimulasi dibandingkan jika hanya disimpan di stroler,” ungkapnya di sela-sela pertemuannya sesama ibu-ibu menggendong.

Sementara itu, Babywearears yang menyatukan para ibu menggendong bayi sudah memiliki puluhan anggota di beberapa daerah. Yuni mengungkapkan, awalnya komunitas ini dibentuk di Jakarta yang beranggotakan kurang lebih 30 orang. *nuril

Leave a Reply