Ayo, Berikan Imunisasi Lengkap untuk Anak

6
Bagikan via
Suasana imunisasi di salah satu Posyandu/ foto by INT

Imunisasi merupakan usaha yang dilakukan oleh manusia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi disebut juga dengan vaksinasi, yaitu pemberian vaksin ke dalam tubuh dengan tujuan memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Di Indonesia, imunisasi mulai diadakan pada tahun 1956.

Nah, bagi anda para ibu tentu sudah tak asing lagi dengan imunisasi, karena bayi anda membutuhkan imunisasi tersebut.

Bayi dan anak-anak masih sangat rentan terhadap serangan penyakit, karena sistem kekebalan tubuh merek abelum sebaik orang dewasa. Imunisasi pada bayi biasanya dilakukan secara bertahap, dan vaksin yang diberikan disesuaikan dengan usia bayi tersebut. Imunisasi sangat penting bagi bayi anda, karena dengan imunisasi itulah anak anda akan terhindar dari penyakit berbahaya, cacat, dan kematian.

Nah, pada kesempatan ini kami akan berbagi informasi mengenai jenis dan manfaat imunisasi bagi bayi anda. manfaat imunisasi bagi bayi antara lain : meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, mencegah bayi terjangkit dari penyakit yang berbahaya, meningkatkan prosentase hidup, dan menyelamatkan generasi selanjutnya. Imunisasi bisa dilakukan dengan cara disuntikkan, atau bisa juga dengan memasukkan cairan lewat mulut.

 

Jenis Imunisasi  

1. Imunisasi Hepatitis B

Pemberian vaksin Hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali yaitu segera saat bayi lahir, memasuki bulan pertama, dan diantara bulan ke 3 sampai 6. Namun apabila sampai dengan usia 5 tahun anak belum pernah memperoleh imunisasi Hepatitis B, maka secepatnya diberikan imunisasi Hepatitis B dengan jadwal 3 kali pemberian (catch-up vaccination).

Tujuan dari pemberian vaksin Hepatitis B ini adalah mencegah virus Hepatitis B yang merusak hati. Jika tidak diberikan vaksinasi Hepatitis B maka besar kemungkinan si anak akan terserang penyakit kanker hati.

2. Imunisasi BCG

Pemberian vaksin BCG ini dilakukan pada bayi yang berusia kurang dari 3 bulan, dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Tujuan dari pemberian vaksin BCG ini adalah mencegah komplikasi akibat tubercolosis (TBC). Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan namun belum diberi vaksin BCG, maka sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Dan bila hasilnya negatif maka vaksin BCG harus diberikan.

3. Imunisasi DTP

Pemberian vaksin DTP ini dilakukan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Pemberian vaksin ini diberikan pada bayi pada bulan ke 2, 4, 6, 18, tahun ke 5, dan 12. Seperti yang kita ketahui, penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pada pernapasan dan melemahkan jantung karena racun.

Sedangkan tetanus adalah bakteri yang menyerang saraf otot tubuh, sehingga menyebabkan sulit bernapas, sulit bergerak, dan otot menjadi kaku. Sementara penyakit pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis yang dapat mengakibatkan radang paru-paru (pneumonia).

4. Imunisasi Polio

Pemberian vaksin polio bertujuan untuk mencegah polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Pemberian vaksin ini dilakukan beberapa kali yaitu pada usia  0, 2, 4, 6, 18 bulan dan tahun ke

5.Imunisasi Campak

Pemberian vaksin ini hanya dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat bayi berusia 9 bulan dan di tahun ke-6. Vaksin ini untuk mencegah penyakit campak pada anak.

 

Penulis  : andi amriani

Diolah dari berbagai sumber