Warna Warni Debat Publik Pilkada Pinrang

41
Bagikan via

Kandidat Terbatasi Waktu dan Terkendala Mic

Debat publik pertama Bakal Calon (Balon) Bupati Pinrang berlangsung tenang dan damai. Empat pasang kandidat terlihat santai mengikuti jalannya debat.

Pendukung masing-masing kandidat juga terlihat mematuhi aturan debat yang di keluarkan oleh KPU. Sehingga suasana di ruangan Gedung Olah Raga (GOR) Andi Makkukau, Jl Letnan S Parman, Kecamatan Watang Sawitto, Kabuptaen Pinrang, terlihat tenang.

Suasana riuh terdengar hanya ketika moderator yang di pandu oleh Irma Meida membacakan visi misi empat kandidat. Namun, visi misi dari pasangan nomor urut 2 tidak nampak di layar. Sementara waktu terus berjalan ke babak selanjutnya.

Saat itu pendukung nomor urut 2 pasangan Iwan dan Alimin, tetap meminta agar profil singkat dan visi misi calonnya juga dibacakan seperti pasangan lainnya.

Suasana lainnya masing-masing kandidat di pandu oleh moderator membacakan visi misinya,  yang akan dilaksanakan jika terpilih nanti. Hampir semua kandidat tidak menyelesaikannya di waktu yang sudah di tentukan.

Selain itu kandidat terlihat memprotes, mic yang diberikan oleh pelaksana kegiatan tidak mendukung. Sehingga suara dari masing-masing kandidat tidak terdengar jelas. Namun kondisi ini tidak berlangsung lama, sebab panitia kegiatan segera mengatasi.

Terbatasi Waktu

Empat Paslon yang duduk berdampingan di atas panggung, sepertinya tidak puas dengan waktu yang ditentukan dalam debat yang dilaksanakan, Selasa (24/4).

Hal tersebut terlihat jelas pada raut wajah keempat pasangan, ketika masing masing calon memaparkan program kerjanya. Dan menjawab pertanyaan dari panelis.

Seperti pasangan nomor urut empat, pertanyaan yang diajukan oleh panelis, bagaimana bentuk kebijakan yang akan anda lakukan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sesuai visi misinya.

Spontan pertanyaan yang diajukan moderator ini, dijawab oleh Hamka Mahmud dan Ahsan Wahid. Hamka menjelaskan bahwa yang terlihat sekarang di Pinrang, banyaknya masyarakat yang tidak produktif. Dimana rumag tangga tidak memiliki pendaptan kedua.

Sehingga pihaknya akan merubah pola konsumen menjadi produktif. Rumah tangga harus memiliki pendapatan kedua di luar gaji mereka. ” Disinilah tugas pemerintah untuk melakukan pendampingan, ” katanya sembari mempersilahkan wakilnya untuk menambahkan.

Ahsan Wahid menambahkan, akan memperbaiki pembangunan infrastruktur, dimana pihaknya akan merubah pola masyatakat di Kabupaten Pinrang yang lebih banyak konsumtif daripada produktif. Ahsan terlihat masih menambahkan namun, bel peringatan waktu selesai telah berbunyi. Moderator meminta pasangan untuk kembali ketempat.

Selanjutnya pasangan nomor urut tiga, Jamaluddin Jarre dan Andi Sofyan nawir diminta menjawab pertanyaan, bagaimana mewujudkan kualitas sumberdaya manusia, apa alangkah yang akan dilakukan dalam bentuk nyata.

Menurut Jamaluddin, di Pinrang hanya ada 17% warga lulusan SMP, 83% lulusan SMA san hanya 8 % lulusan sarjana. Sehingga nantinya jika terpilih pihaknya akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pendidikan.  Lagi-lagi waktu untuk menjawab sudah selesai dan berlanjut ke pasangan nomor urut 1.

Pasangan nomor urut 1 Abdul Latief dan Usman Marham, diminta untuk menjelaskan langkah kongkrit yang akan dilakukan untuk membuka 1000 lapangan kerja di Kabupaten Pinrang.

Menurut Abdul Latif, untuk membuka lapangan kerja baru, bukan hanya datangkan investor. Tetapi untuk setiap desa pihaknya nanti akan  menyediakan satu program usaha. Yang tentunya memberikan modal kepada masyarakat, tujuannya agar pengangguran berkurang.

Masyarakat juga akan diikutkan pada kegiatan-kegiatan workshop, dimana mereka dididik untuk mendapatkan pengetahuan.

Kandidat Bertanya, kandidat Menjawab
Pada sesi ini, pasangan nomor urut tiga mengajukan pertanyaan kepada pasangan nomor urut dua. Namun, karena pemaparan terlalu panjang, waktu habis maka pertanyaan pun tidak jelas.
Sehingga pasangan nomor urut 2, mengatakan apa yang harus saya jawab pertanyaan tidak jelas. Ia pun meminta agar pertanyaan diulang, namun moderator meminta agar langsung menjawab saja, mengingat waktu. Pertanyaan seputar pelayanan publik dan perbaikan infrastruktur.
Terkait pelayanan kesehatan BPJS pasangan nomor urut 4 menanyakan kepada Paslon no.1, dana apa yang disiapkan untuk membayar BPJS.
Abdul Latief calon bupati nomor urut 1 menjelaskan, dari 400 penduduk, 183 diantaranya belum membayar BPJS. Kalau 100 ribu saja, maka 10% dari anggaran APBD harus dialokasikan ke kesehatan. Lalu meminta kepada wakilnya untuk menambahkan, tetapi waktu lebih dulu selesai sebelum sempat Usman Marham menjelaskan.
Hadirkan Lima Panelis
Dalam debat pertama ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang menghadirkan lima panelis, diantaranya akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Makassar  Das’ad Latief dosen Komunikasi Unhas, Yuda Yunus, Prof Dasir Hamzah, Syahrun Dawi dan Imam Suyudi.

Kelima panelis ini berperan membuat pertanyaan untuk empat kandidat Pasangan calon Bupati dan wakil bupati.

Diakhir acara debat, pendukung masjng-masing kandidat diberikan kesempatan untuk memberikan yel yel, yang dimulai dari pendukung pasangan nomor urut 1.
Setelah itu kandidat juga diminta untuk turun ke panggung, bergabung bersama pendukungnya untuk memperlihatkan atraksi yang telah dipersiapkan.
Masing -masing kandidat dengan gayanya, ada yang menyanyi, dan ada juga yang berpuisi.
Diakhir acara debat moderator mempersilahkan kandidat untuk, mengajak masyakat mendukung pilkada damai di Kabupaten Pinrang, juni mendatang.