Menukar Air Mineral  dengan Sampah, Cara Yassalam Peringati Hari Bumi

253
Bagikan via

Setiap tahun Hari Bumi dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah, di Indonesia. Peringatan itu tentunya dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda-beda, tapi dengan makna yang sama menjaga dan melestarikan bumi.
Yayasan Lestari Mulia (Yassalam) Makassar,  memilih lokasi Car Free Day
Jl. Jenderal Sudirman Makassar, Ahad (22/4), untuk memperingati Hari Bumi.

Kegiatan yang dilakukan, salah satunya mengajak warga Kota Makassar  memungut sampah yang ada di lokasi tersebut.

Seperti yang di jelaskan Ikrom Trianto, Pembina Yassalam,  kampanye Hari Bumi dilaksanakan di lokasi car free day, agar lebih banyak warga Kota Makassar ikut terlibat dalam peringatan yang jatuh setiap tanggal 22 April ini.

Berbeda dengan aksi Hari Bumi pada umumnya,  warga bisa menukarkan sampah yang telah dipungut dengan air mineral. Sehingga langsung bisa merasakan manfaat dari wujud peduli lingkungan tersebut.

“Kita ingin mengedukasi masyarakat agar menjaga bumi dan melestarikannya. Tukar air mineral tidak diberikan begitu saja tapi diberi label berisi pesan untuk jaga bumi dan tidak buang sampah sembarangan,” jelasnya.

Tak hanya air mineral, panitia pelaksana juga menyiapkan 200 bibit tanaman cabai. Bibit ini juga disiapkan untuk ditukarkan dengan sampah yang dipungut warga.

“Sekitar 200 bibit cabai disiapkan untuk ditukarkan dengan sampah. Masing-masing warga bisa tanam di rumahnya masing-masing,” katanya.

Kampanye hari bumi ini melibatkan berbagai komunitas seperti komunitas Green Saber yang merupakan siswa SMP Negeri 6 Makassar, anggota Pramuka SMA 12 dan SMP 8 serta Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) Sulsel.

Tak hanya hari bumi sedunia, Yassalam juga melakukan kampanye lainnya yang terkait lingkungan dengan melibatkan anak muda.

Salah satunya dengan pembinaan green school yang bekerjasama dengan Pertamina Sobat Bumi yang dua tahun terakhir telah terlaksana di beberapa sekolah, seperti di SMP 6 Makassar, SMA 4 Maros dan SMP 2 Parepare.

Kenapa anak SMP dan SMA karena sejak dini diajarkan untuk cinta terhadap lingkungan, maka besarnya juga akan mencintai lingkungan," jelasnya.

Ikrom menambahkan, kegiatan seperti kampanye hari bumi akan terus diadakan guna memverifikasi masyarakat agar lebih sadar akan lingkungan.

Mengingat bumi ini semakin hari makin tua, tanah longsor, bencana alam lainnya. Ke depannya akan dilakukan kegiatan lebih besar lagi dari berbagai komunitas yang ada di Sulsel," tambahnya. *oshin

Leave a Reply