2017 Ekspor Perhiasan RI Menjadi USD 2,6 M

77
Bagikan via
Foto by bimbinganmuslim.com

Industri perhiasan di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Hal itu terlihat, meningkatnya nilai ekspor logam mulia, batu permata dan perhiasan.

Untuk memperluas akses pasar, Kemenperin terus berupaya menggenjot laju pertumbuhan industri perhiasan.

Usaha tersebut antara lain melalui fasilitasi dalam berbagai pameran berskala internasional, salah satunya pada ajang Jakarta International Jewellery Fair 2018 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) pada 19-22 April 2018 di Jakarta Convention Center.

Kami bersyukur kegiatan industri perhiasan di Indonesia sudah berkembang, di mana tercatat pada 2017, nilai ekspor perhiasan mencapai USD 2,6 miliar,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih diJakarta, Kamis (19/4), dilansir dari merdekan.com.

Sektor industri perhiasan diharapkan akan semakin meningkat karena dibantu sentuhan teknologi serta inovasi.

Kemenperin melalui Ditjen IKM memfasilitasi 30 IKM perhiasan untuk ikut serta dalam Jakarta International Jewellery Fair 2018 yang terdiri dari IKM perhiasan mutiara, perak, giok aceh, batu-batuan, aksesories pengantin, serta aksesoris khas daerah. IKM perhiasan tersebut berasal dari Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Bali, Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta dan Sumatera Selatan.

Gati mengatakan, Kemenperin berupaya menurunkan tarif bea masuk impor untuk bahan baku intan yang awalnya 5 persen menjadi 0 persen.

Dfotengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor. *

Leave a Reply