Untuk Menyediakan Pembangkit Listrik di Jepang, Sejumlah Pengusaha Lirik Bantaeng

9
Bagikan via
Foto suwarny
Bantaeng salah satu daerah di Sulsel yang ramai di lirik sejumlah investor untuk mengembangkan usahanya, yakni pengembangan energi ramah lingkungan.
Tidak heran, sejumlah pengusaha pengembangan energi ramah lingkungan Jepang datang menemui calon Gubernur Sulsel Prof Nomor Urut 3 Nurdin Abdullah di Jalan Penghibur Makassar.
Investor dari Jepang yang menemui Prof Nurdin Abdullah itu di antaranya, CEO Perusahaan Green Powar Development Coporation Jepang, Gen Kimitsuka, General Manager, Tomohiko Ikegami dan beberapa pengusaha lainnya dengan jumlah 11 orang.
Rencana investasi perusahaa  ternama di Jepang itu, dengan menyediakan bahan bakar pembangkit listrik untuk negara sakura. Bahan bakar ramah lingkungan yang dikembangkan Green Power yakni minyak dari tepung biji bengkoang dan minyak biji jarak.
Beberapa perusahaan tersebut sudah melakukan penelitian terlebih dahulu, dan hasilnya Sulsel yang layak dan potensial untuk investasi pengolahan bahan bakar diperbaarukan ini.
Prof Nurdin Abdullah mengatakan, kehadiran investor tersebut merupakan awal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sulsel, sebab perusahaan tersebut akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sulsel.
“Saya yakin ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat karena rakyat akan menanam jarak dan bengkoang,” kata Prof Nurdin Abdullah, usai pertemuan dengan sejumlah investor tersebut, di Makassar, Selasa (10/4/2018).
Manajemen Green Power, akan membangun industri pengolahan terlebih dahulu untuk menjamin kepastian pasar produksi jarak dan bengkoang dari petani.
“Saya tegaskan mereka harus bangun industri pengolahan dahulu baru kemudian membina petani untuk menanam jarak dan bengkoang,” jelas Prof Nurdin Abdullah.
Menurutnya, kehadiran Green Power di Sulsel sangat bermanfaat karena kita bisa memanfaatkan lahan yang ngganggur di Sulsel untuk areal budidaya jarak dan bengkoang.
“Ini adalah salah satu metode kita untuk memanfaatkan lahan yang kosong di Sulsel,” ungkapnya.
Lebih lanjut, bahan hasil olahan tersebut, untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik di Negara Jepang.
“Nanti industri jarak dan biji bengkoang, akan suplai ke beberapa perusahan di Jepang. Di Jepang kini meninggalkan bahan bakar batubara dan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan,” jelas Prof Nurdin Abdullah. Foto