46% Warga Ingin Ganti Presiden

53
Bagikan via

JAKARTA – Presiden Joko Widodo wajib pasang kuda-kuda menjelang pemilihan presiden 2019. Berdasarkan hasil survey Media Survei Nasional (Median), sebanyak 46,37% penduduk tidak ingin mantan wali kota Solo itu kembali terpilih sebagai presiden.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding responden yang ingin Jokowi melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua yakni 45,22 persen. Sisanya, 8,41% warga tidak menjawab dalam survei yang digelar sepanjang 24 Maret-6 April 2018 itu.

Tidak hanya itu, kendati masih tertinggi, namun elektabilitas Jokowi sebagai capres hanya mencapai 36,2 persen. Sisa presentase yang tidak memilih Jokowi dapat disimpulkan bahwa responden belum mau memilih Jokowi kembali menjadi presiden.

“Ada 63,8 persen responden tidak mau kembali memilih Jokowi sebagai presiden di 2019. Sisanya tersebar pada kandidat lainnya yang masuk dalam survei,” tutur Direktur Eksekutif Median Rico Marbun di Jakarta, Senin (16/4).

Survey Median yang melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia itu juga menunjukkan jika Ketua Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi penantang utama Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Elektabilitas mantan Danjen Kopassus ini menempati urutan kedua tertinggi yakni 20,4% disusul mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 7,0%.

Rico menjelaskan, untuk posisi wakil presiden, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati urutan tertinggi dengan elektabilitas 6,2% disusul Gatot Nurmantyo 5,4%. Dia menambahkan, survey yang dilakukannya memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error kurang lebih 2,9%.

“Dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender,” ucap Rico.

Sebelumnya dalam survei yang digelar Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedia KOPI), Jokowi juga masih punya elektabilitas tertinggi yakni 48,3%. Tingkat kepuasan publik pada Jokowi juga masih tinggi yakni 66,5%. Karena itu Jokowi masih dijagokan untuk memenangi Pilpres 2019. (*)