Indonesia dan Amerika Serikat Pererat Kerja Sama Kemaritiman

51
Bagikan via
Dok. Biro Informasi dan Hukum Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

TIMURINDONESIA.COM, Jakarta- Indonesia dan Amerika Serikat terus mempererat kerja sama kemaritiman bidang kelautan dan hukum laut. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) menggelar acara the 2nd Indonesia – United States Oceans Law and Maritime Policy Dialogue, Jakarta (28 – 29 Maret 2018). “Ini adalah pertemuan kedua antara Indonesia dan Amerika Serikat, bagian kerja sama bilateral RI dan US, yang telah disepakati pada tahun 2016. Tujuannya agar kedua negara sama-sama memahami kebijakan masing-masing, khususnya mengenai kelautan dan juga bagaimana pemahaman kedua negara mengenai konvensi hukum laut,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno.

Dialog bilateral ini ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri dan wakil dari lembaga-lembaga yang berkaitan. Sementara Delegasi Amerika Serikat menghadirkan perwakilan dari US Ministry of Foreign Affairs, US Ministry of Defence, US Navy, US Coast Guard dan wakil dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

Peningkatan kerja sama maritim antara Indonesia dan Amerika Serikat yang menjadi tujuan dialog bilateral ke-2 ini adalah penandatanganan nota kesepahaman(MoU) antara Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan United States Coast Guard. Amerika Serikat mengundang Indonesia untuk menjadi bagian dalam The Safe Ocean Network Steering Committee. Tindak lanjut dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah East Asia Summit Marine Litter Conference juga dibahas dalam dialog ini. Dalam kesempatan ini Indonesia juga mengundang Amerika Serikat untuk hadir dalam gelaran Asean Regional Forum Marine Litter Project

Terkait kedaulatan maritim kedua negara, kesempatan dialog ini juga membahas penjagaan dan pemeliharaan situs kapal penjelajah USS Houston yang karam di Teluk Banten pada perang dunia ke II.

Deputi Havas menambahkan, agenda dialog ini dinilainya sangat strategis bagi kedua negara, oleh sebab banyak hal yang bisa dibahas bersama. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga sangat menaruh perhatian, terlihat dari jalannya dialog yang sangat dinamis. “Nantinya, sebagai tindak lanjut, akan ada training, semacam pengiriman PNS untuk magang ke Amerika Serikat dan sebaliknya. Kemudian, sekolah khusus kemaritiman di Amerika yang dapat dijadikan platform, untuk dijadikan contoh sekolah kemaritiman di tingkat pemerintah daerah dan juga pusat. Selain itu kerja sama guna mengatasi masalah illegal fishing dan juga kerja sama menanggulangi sampah laut,” pungkas Deputi Havas.*