Membentuk Anak Berkarakter Qur’ani

42
Bagikan via

Resep Mendidik Anak Ada Didalam Alqur’an

Anak adalah investasi dan harapan masa depan bangsa serta sebagai penerus generasi di masa depan. Oleh karena itu, anak harus didik dengan baik. Untuk mendidik anak agar memiliki karakter yang baik maka harus berpedoman pada Alqur’an.

Neno Warisman ketika berkunjung ke Makassar, di acara Seminar Parenting yang diadakan oleh SDIT Fikri mengungkapkan, orang tua baik ayah maupun ibu harus melakukan perubahan demi anak-anaknya. Kita harus mengkoreksi diri kita semua, termasuk apakah diri kita menginginkan balasan ketika anak kita dewasa nanti.

“Saya sendiri sebagai salah satu ibu menyadari bahwa sampai saat ini masih banyak kekurangan saya. Buku catatan saya, penuh dengan catatan-catatan PR saya. Karena tidak pernah saya menunjuk ke anak-anak,” katanya.

Sebagai orang tua yang hidup dengan sejuta aktivitas tentu banyak kekurangan. Salah satunya kurang banyak waktu bersama dengan anak-anak. Karena itu seorang ayah maupun ibu harus bertindak sejujur-jujurnnya, sebaik-baiknya dan seoptimalnya. Dengan begitu, kita mampu membentuk anak yang berkarakter qur’ani.

Perempuan kelahiran Banyuwangi ini juga berbagi pengalaman bagaimana ia mendidik anak-anaknya. Sekalipun anak-anaknya sudah unggul dalam akademis, namun ia merasa masih kurang mendidik anak-anaknya sesuai tuntunan Alqur’an.

Sekalipun sangat sibuk dan tidak banyak waktu tetapi, anak-anak dari penyanyi yang tenar tahun 80an ini berhasil dalam segi akademisnya. Seperti yang ia jelaskan, Putrinya yang ketiga, IPKnya 4.  Anak kedua, raih  IPK 3,95. Selain itu anaknya yang ketiga ini,  rajin mengikuti loma-lomba internasional dan beberapa kali mendapatkan penghargaan. Ia juga sekolah di universitas unggulan.

Kendati demikian, Neno masih merasa sangat sedikit memberikan anaknya pendidikan qur’ani. Sehingga pada acara parenting, ia mengajak peserta yang dihadiri para Ayah dan ibu untuk memperbaiki generasi selanjutnya agar memberikan perhtian penuh pada anak.Selain perhatian penuh, orang tua juga harus berperilaku sederhana.

 

Anak Harus Miliki Attitude

Its so simple. Sebuah nasehat mengatakan, apa yang kita pikirkan akan menjadi apa yang kita katakan. Perhatikan apa yang kita katakan. Karena akan jadi keyakinan. Perhatikan apa yang kita yakini karena akan menjadi tindakan. Kalau sudah jadi tindakan berulang-ulang maka akan jadi kebiasaan. Lalu setelah jadi kebiasaan akan jadi sikapdan karakter.

Neno memaparkan, seorang anak yang hebat secara akademis, tetapi kita luput membungkus dirinya dengan tata krama yang baik, maka orang mengatakan bahwa dia pintar tapi tidak punya attitude. Orang yang tidak punya attitude, kemudian ngomong kasar, berbuat curang maka dia tidak berhak menjadi orang yang  kita anggap baik karena attitudenya buruk.

Maka yang disebut kognisi, kemampuan dia berpikir yang hebat yang dibilang pintar tidak akan ada artinya tanpa ada attitude. Akhlak yang baik. Jadi akhlak ini produk dari pendidikan Qur’an.

Aktris yang memutuskan berhijab pada 1991 ini juga mengatakan, ramuan masakan yang enak, resepnya ada di Alqur’an. Jangan jauh-jauh mendidik anak dengan cara-acara yang diambil selain dari Alqur’an.

Mendidik anak tergantung cara berpikir kita. Kalau ada yang berpikir bahwa seorang anak tidak istimewa, namun ibunya mengganti cara berpikirnya. Maka anak itu akan istimewa. Seorang ibu harus melihat dan mengatakan bahwa anaknya istimewa.

Maka begitu ibunya mengganti cara berpikirnya maka anaknya mengalami perubahan. Satu perubahan akan terjadi jika seorang ayah ibu bertekad untuk berubah. Kemudian tindakannya jadi berubah. Setelah tindakannya berubah, terbentuklah karakter.

 

  • POKOK PENDIDIKAN KEPADA ANAK

 

Pembiasaan

Orang tua harus membiasakan memiliki pola pikir yang benar. Hidup dengan cara merasa yang benar. Hidup dengan pola tidur, pola makan, pola bergaul, yang benar. Karena pembiasaan ini perjuangan.

Perhatian

Sering kita menganggap bahwa kita sudah punya perhatian. Padahal sebenarnya kita belum punya perhatian. Kita belum memperhatikan jalan pikiran anak kita dan jalan perasaan anak kita. Jadi perhatian jangan selalu diukur dengan bentuk fisik.  Kita harus memperhatikan, bagaimana anak kita berpikir.

Keteladanan

Berikan perlakuan kepada anak yang terbaik. Berikan nasihat-nasihat yang baik. Jangan pernah memperdengarkan omongan-omangan yang jelek kepada anak kita. Berikan pesan-pesan moral kepada anak kita. Mungkin itu adalah hal kecil tetapi siapa sangka, apa yang kita sampaikan kepada anak kita akan menjadi prinsip-prinsip hidup bagi anak kita di kemudian hari. Kita harus punya beutiful momen kepada anak kita. Jangan sampai anak kita punya kenangan buruk terhadap kita.

Nasihat

Agama kita adalah nasihat. Nasihat yang diberikan kepada anak-anak jangan terlalu panjang. karena jika nasihat terlalu panjang, maka anak-anak kita akan bosan sendiri mendengarnya.

Evaluasi dan Sanksi

Memberikan sanksi kepada anak harus rasional. Sanksi yang bisa ia jalankan. Sanksi juga harus yang bermanfaat. Sanksi itu akan mengajarkan anak untuk bertanggujawab. Sanksi juga harus diawasi.

KARAKTER YANG HARUS DITANAMKAN KEPADA ANAK

  • Karakter bersyukur
  • Karaktertaat,setiadanlurus
  • Karakteradil,mampumenahandiri, sabar
  • Karakterdermawan, tulus,sukabekerjakeras, amanah,
  • Karakterpejuang,tangguh, pemberani.
  • Karakterrendahhati
  • Karaktersederhana, apaadanya,berbahasamulia