Mahasiswa Aceh Terpesona dengan Indahnya Budaya ‘Tabe’ 

32
Bagikan via

Tabe atau permisi dalam bahasa Indonesia, merupakan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita di suku bugis Makassar.

Kata itulah yang tertanam dari lahir hingga tua di hati masyarakat Bugis Makassar, dari anak, remaja hingga mereka tua agar bersikap sopan dan santun terhadap siapa saja yang mereka jumpai.

Setiap daerah tentu memiliki budaya yang berbeda dengan daerah lain, yang lahir dari leluluhur dan di lestarikan oleh anak cucu.

Seperti halnya Tabe’ yang merupakan sikap permisi untuk mendahului jalan orang lain, atau ketika hendak lewat didepan orang baik yang lebih tua ataupun anak muda.

Biasanya mengucapkan kata Tabe’ selalu diikuti dengan gerakan, tubuh sedikit membungkuk, tangan kanan lurus ke bawah dan kepala menunduk.

Makna dari gerakan ketika mengucapkan kata Tabe’ tentu saja tidak boleh sombong, harus menghargai dan menghormati orang yang berada di hadapan kita.

Tidak heran, jika prilaku tabe’ membuat sebagian orang yang datang ke bugis atau makassar terpesona, dan menghadirkan sedikit rasa penasaran. Seakan mereka ingin tahu lebih dalam makna dari Tabe’.

Sesungguhnya Tabe’, ya kita harud berbuat sesuai dengan kenyataan yang ada. Sehingga kata Tabe dan gerakan tangan kanan ke bawah harus seiring dan sejalan.

Kemudian prilaku tabe” ini membuat Safori, salah seorang mahasiswa PPL asal Daerah Istimewa Aceh, sangat terkesan.

Ya, selama PPL di SDN Mamajang 1 ini mengakui sangat terkesan dengan budaya Tabe’, ketika berjalan di depan orang lain. Selain ramahnya guru, budaya tabe yang di ajarkan ke murid juga sangat kental. “Terus terang sangat terkesan,” jelasnya. andi amriani