Semua Obat Berpotensi Menjadi Racun

75
Bagikan via

Dari Sosialisasi Bahaya Konsumsi Obat di Kalangan Pelajar

Beberapa bulan terakhir ini, santer diberitakan banyaknya pelajar yang mengkonsumsi obat keras. Obat yang masuk dalam daftar G ini, menjadi incaran remaja.

Bahkan banyak yang menjadi korban sampai kehilangan akal, tidak sadarkan diri hingga mendapat perawatan khusus di rumah sakit.

Kondisi seperti ini tentu saja merusak masa depan mereka. Apalagi diantara mereka masih sekolah yang seharusnya mereka fokus belajar untuk mencapai cita-citanya. Masa depan mereka hancur hanya karena obat daftar G tersebut.

Untuk menyelamatkan masa depan remaja, Sekretariat DPRD Kota Makassar mengadakan sosialisasi bahaya mengkonsumsi obat daftar G di kalangan pelajar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Analisis Kimia (SMAK), Selasa (24/10/2017), dihadiri sejumlah pelajar, guru dan juga dari dinas kesehatan.

Dalam sosialisasi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Makassar Naisya Tun Azikin, dengan lantang menjelaskan? mengkonsumsi obat yang termasuk daftar G atau obat keras, tentu sangat berbahaya sebab mampu merusak otak.

Sehingga pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, utamanya pelajar untuk menghindari hal tersebut.

Sebab obat itu mampu membuat pengomsumsi berhalusinasi. Ini sangat berbahaya karena biasa diluar dari kesadaran mereka. “Jadi jangan pernah mencoba mengomsumi obat daftar G,” tegasnya.

Obat daftar G meurut Naisya sudah diatur dalam regulasi, dan sudah masuk dalam pengawasan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Menurutnya di BPOM sangat jelas siapa yang produksi, siapa yang distribusi. Semua obat ada ciri dan aturan hukumnnya. “Jika ada obat daftar G atau obat keras dengan lingkaran biru dengan huruf K, maka itu tidak bisa dijual bebas,”  terangnya.

Dijelaskan lebih jauh, bahwa yang memiliki wewenang untuk menjual obat keras hanyalah apotik legal, dengan penanggung jawab apoteker yang telah terverifikasi dan dikatakan legal.

Obat daftar G atau obat keras itu bisa keluar jika ada resep dokter. Maka jika ada yang dijual secara bebas, maka itu adalah pelanggaran, dan harus diproses secara hukum.

Dekan Fakultas Farmasi UMI  Rahmat Koesman dengan tegas mengatakan, semua obat adalah racun.

Semua yang masuk didalam tubuh dianggap sebagai benda asing. Sehingga, jika obat masuk dalam tubuh, sistem pencernaan akan terganggu.

Jika bahan kimia terlalu sering masuk dalam tubuh, maka yang pertama rusak adalah hati dan itu juga akan mendiskresikan ginjal.

“Jadi jika kita akan mengkomsumsi dalam waktu yang panjang, maka dua organ tubuh kita ini akan rusak,” tegasnya.

Dia membeberkan bahwa banyak obat daftar G yang beredar secara bebas, contohnya penggunaan obat yang dilakukan melalui suntik. Begitu juga anti biotik yang banyak diperjual belikan secara terbuka.

Antalgin, antimo atau Ampicilin itu masuk dalam daftar obat G. Jika kita konsumsi tanpa resep dokter dan diagnosis dokter, bisa saja kita alergi dengan obat itu. andi amriani