Makam Sultan Hasanuddin dan Raja Gowa

79
Bagikan via
Makam Raja Gowa

Makam Sultan Hasanuddin ini, terletak di kelurahan Katangka, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa. Makam ini, merupakan salah satu makam dalam  Kompleks Makam Raja Gowa di Tamalate.

Setiap hari, ramai dikunjungi warga apalagi di hari minggu. Mereka ada yang datang untuk sekadar jalan-jalan, ziarah, bahkan terkadang ada juga yang datang karena bernazar. Saat memasuki makam yang luas bangunan atau  lahannya12.666 meter persegi ini, anda akan melihat 25 makam Raja-raja Gowa, dan turunannya. Makam ini besarnya bervariasi, uukuran besar sebanyak 5, ukuran sedang 6 dan ukuran kecil ada 14 makam.

Ke 25 makam yang ada disana  merupakan makam pembesar kerajaan Gowa seperti, Sultan Malikussaid, makam Sultan Amir Hamzah, makam Sultan Alauddin, dan makam Sultan Hasanuddin.

Sultan Hasanuddin sendiri lahir pada tanggal 12 Januari 1829 dengan nama I Mallombassang daeng Mattawang, Karaeng Bonto Mangappe. Sultan Hasanuddin merupakan putra Raja Gowa ke XV Sultan Malikul Said.

Sebelum Sultan Hasanuddin di angkat menjadi raja, karena kecakapannya dalam bidang ilmu pengetahuan da kemahirannya dalam pemerintahan, maka diserahi tugas memangku jabatan, yang tentunya jabatan penting dalam pemerintahan.

Sultan Hasanuddin diangkat menjadi raja Gowa setelah ayahnya Malikul Said meninggal pada tanggal 5 november 1653, sebagairaja Gowa ke XVI. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin telah beberapakali terjadi konflik bersenjata dengan kompeni belanda.

Tahun 1666-1667 Benteng Galesong dan Barombong dapat direbut Belanda dan melahirkan suatu perjanjian yang disebut Perjanjian Bungayya. Atas perjanjian Bungayya ini, ternyata tidak memuaskan bangsawan-bangsawan kerajaan Gowa. Seperti Raja Tallo Mappaiyyo Daeng Manyyuru Sultan Harun Al-Rasyid dan Karaeng Lengkese. Sehingga memaksa Sultan Hasanuddin untuk merusak peperangan.

Sehingga pada tanggal 12 april 1669 perang kembali terjadi antara kompeni belanda dan Gowa. eperangan kali ini, berlangsung dengan sengitnya. Pada malam 12 Juni 1669 Benteng Somba Opu selaku benteng induk kerajaan Gowa yang telah berdiri kira-kira 1 abad, berhasil di taklukka, tidak kurang dari 272 pucuk meriam sakti “Anak Makassa yang berhasil disita oleh Belanda.

Akibat kekalahan ini, maka Sultan Hasanuddinmengundurkan diri dari tahta kerajaan pada tanggal 29 juni 1669 dan diganti oleh putranya I Mappasomba Daeng Manguranga Sultan Amir Hamzah.

Sultan Hasanuddin wafat pada tanggal 12 juni 1670 dalam usia 41 tahun dan mendapatkan gelar Tumenanga ri Balla Pangkana.*aniek*