Pemerintah akan Kirim 10 Inovasi Pelayanan Publik ke EGIA 2018

41
Bagikan via
EGIA yang dihelat di Dubai 2016 lalu

Jakarta, timurindonesia – Pemerintah akan mengirim 10 inovasi pelayanan publik guna mengikuti Edge of Government of Inovation Award (EGIA) 2018 di Paris.

Hal itu dilakukan untuk mempromosikan inovasi pelayanan publik di tanah air ke tingkat dunia, selain United Nation Public Service Award.

Ajang penghargaan ini diselenggarakan oleh Observatory of Public Sector Innovation dari Organization for Economic Corporation and Development (OECD) di Dubai, Uni Emirat Arab.

“Saat ini kami tengah menyeleksi  inovasi yang relevan dengan kriteria penyurian di sana,” ujar Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik Muhammad Imanuddin, usai membuka rapat Bimbingan Kompetisi Inovasi&nbsp EGIA 2018, di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (14/08).

Menurutnya, seleksi dilakukan terhadap inovasi-inovasi terbaik yang pernah masuk Top 99 Inovasi Pelyanan Publik dari tahun 2014 hingga 2017 ini.

Immanudin berharap, dengan adanya kompetisi ini dapat mendorong TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik meningkatkan prestasi dan kinerja dalam pelayanan publik.

“Kita juga ingin mengapresiasi apa yang telah dilakukan para inovator sehingga capain yang telah mereka lakukan tidak sia-sia.

Lebih dari itu, mereka mendapat pengakuan internasional, khususnya bagi negara-negara yang tergabung dalam  OECD karena inovasinya layak mendapat predikat yang lebih bagus, “lanjutnya.

Para peraih pengahrgaan EGIA ini nantinya akan ditampilkan dalam acara World Government Summit 2018 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Namun sebelumnya harus dilakukan tes wawancara pada tanggal 20 – 21 November 2017 di Paris, Prancis. Adapun pendaftaran berlangsung sejak tanggal 25 Juli – 31 Agustus 2017 secara on line.

Edge of Government of Inovation Award 2018 ini merupakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang di selenggarakan oleh negara negara maju di dunia.

Berbeda dengan UNPSA yang mempunyai kriteria penilaian yang cukup rumit,  EGIA 2018 cukup sederhana dalam penilaiannya, imbuh Imanuddin tanpa memberikan penjelasan detail. * humas menpan