Jangan Biarkan Anak Bermain Gadget

73
Bagikan via

Untuk melihat anak memiliki masa depan yang baik maka harus diberikan pola asuh yang baik pula.

Seorang anak harus mendapatkan didikan dari orang tuanya sesuai dengan yang butuhkan. Pola didikan juga harus sesuai dengan porsinya.

Sebagai salah seorang ibu yang mengasuh anak, Indira Mulayasari mengatakan, pola mengasuh anak yang baik dimulai pada saat seorang ibu masih mengandung.

Seorang ibu harus bertekad untuk menyusui ketika anak-anaknya lahir kelak. Menyusuipun sebaiknya dilakukan selama dua tahun.

“Saya punya anak tiga. Alhamdulillah, ketiga-tiganya menyusui. Ada yang dua tahun bahkan ada yang lebih,” ujarnya Ketika dimintai komentarnya diacar parenting belum lama ini.

Selain tekad menyusui, menurut Indira yang terpenting adalah pembentukan perilaku anak dari orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus memperlihatkan tingkah laku yang baik di depan anak-anaknya. Karena seorang anak akan meniru perilaku orang tuanya.

Indira menuturkan, saat mencari tips pola mengasuh anak, seorang ibu juga kadang mencari referensi dari internet. Namun seorang ibu harus selektif dalam memilih cara-cara mengasuh yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah menghindarkan anak dari pengaruh gadget.

“Waktu awal jadi ibu, saya memang tergolong masih muda saat itu. Sehingga mencari informasi cara mengasuh anak dari internet. Dari situ, banyak sekali informasi. Namun memang ada hal-hal yang bisa diterapkan, namun ada juga yang tidak bisa,” ungkapnya.

Jangan Memegang Handphone Ketika di Rumah

Oleh karenanya, Wakil Ketua DPRD kota Makassar tersebut, berusaha untuk tidak memegang handphone saat berada di depan anak-anaknya. Aturan tersebut juga berlaku bagi suaminya, Ali Wirya.

“Orang tua adalah rool model. Tapi yang terpenting adalah ibu. Kita harus memberikan contoh yang baik kepada anak kita supaya berperilaku baik,” ujar anggota Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia tersebut.

Indira juga mengatakan, pola asuh anak harus dimulai dari keluarga. Jika ada sesuatu hal yang salah dilakukan oleh seorang anak, maka orang tua harus intropeksi diri. “Kalau ada bermasalah, kan juga biasa karena faktor didikan dari orangtuanya. Sehingga orang tua juga harus banyak-banyak intropeksi diri kalau anaknya bermasalah,” tukasnya. *Nuril