Wisata Kawasan Taman Nasional Bantimurung

39
Bagikan via

Jejak wisata alam di Kabupaten Maros tak pernah lepas dari nama Bantimurung. Destinasi wisata yang menawarkan tatanan eksotisme alam yang menawan dan sangat istimewa.

Pesona air terjun Bantimurung dengan lebar kurang lebih 20 meter adalah nuansa alam yang luar biasa. Air terjun ini berasal dari luapan air yang mengalir jatuh, merambahi batu cadas dengan ketinggian kurang lebih 30 meter dari permukaan tanah. Air terjun ini menggemuruh sepanjang hari sehingga menjadikannya tempat rekreasi yang sangat populer.

Air yang jernih dan sejuk meluncur deras dari atas gunung berbatu sepanjang tahunnnya. Di bawah guyuran air terjun itu, terdapat sebuah tempat pemandian dari landasan batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air selama ratusan tahun. Sesekali bias pelangi muncul dari sela air, menambah indahnya tempat ini.

Tidak sampai di situ, kawasan wisata air terjun Bantimurung juga menjadi habitat barbagai spesies kupu-kupu yang langkah. Wajar saja jika Belanda pernah menjuluki tempat ini sebagai “Kindom of Butterfly”. Bahkan, seorang naturalis asal inggris, Alfred Rassel Wallase pernah tinggal di kawasan ini sekitar tahun 1856 untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langkah. Hiasan alami keindahan dan warna warni kupu-kupu yang melintas di antara bebatuan gunung, hutan serta semak belukar selalu menjadi fenomena yang eksotis.

Jika anda tengah berencna untuk liburan di kawasan Taman Nasional Bantimurung ini, jangan lewatkan tempat penangkaran kupu-kupu yang berada tidak jauh dari loket pembelian karcis masuk. Sebaiknya anda mengunjungi tempat ini dahulu sebelum masuk lebih dalam ke kawasan Taman Nasional agar dapat lebih mengerti segala hal yang berhubungan dengan siklus hidup kupu-kupu dengan melihatnya secara langsung.

Kawasan wisata alam bantimurung terletak di lembah bukit kapur. Dikelilingi pemandangan indah dan berhawa sejuk. Lokasi wisata Bantimurung sangat mudah dicapai, baik dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Jaraknya hanya sekitar 12 kilometer dari Kabupaten Maros, atau sekitar 45 kilometer dari pusat kota Makassar.

Terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Karena di dalam goa terdapat stalaktit berupa relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa.Di sekeliling goa diterangi lampu sehingga memperindah suasana di dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi.

Masih di Bantimurung, pengunjung juga dapat melihat beberapa ekor monyet yang bergelantungan di pohon-pohon yang rindang di sekitar bukit. Dulu habitat monyet juga memenuhi kawasan wisata ini, namun karena ulah manusia yang menangkap dan memburunya, monyet pun tersingkir dan populasinya menurun. Namun, saat ini pemerintah daerah setempat mulai melestarikan populasi monyet di Kawasan Taman Nasional Bantimurung.

Harga tiket masuk wisata Bantimurung sebesar Rp. 15.000 untuk orang dewasa dan Rp. 7.000 untuk anak-anak. Sejumlah fasilitas yang disiapkan berupa bungalow dan wisma bagi para pengunjung yang ingin lebih lama menikmati keindahan alamnya.

Tidak sia-sia perjalanan saya kali ini hingga ke Bantimurung. Wisata yang layak Anda coba! (haryuna)