Kebun Cabe di Tengah Mahalnya Cabe

50
Bagikan via
Cabe merupakan salah satu kebutuhan pokok, yang selalu saja dicari baik pelaku rumah tangga maupun kebutuhan sejumlah restauran dan rumah makan.
Kondisi itupula yang menjadikan harga cabe semakin melonjak dari hari ke hari. Kadangkala di satu musim cabe jadi langka. Meskipun harganya melonjak cabe selalu menjadi incaran di pasaran.
Jika harga cabe melonjak drastis, warga Makassar yang tinggal di tengah kota tentu kena dampaknya. Pedagang menjual dengan harga yang tinggi, dengan sejumlah alasan. Susah didapatlah, kendaraan yang mengangkut cabe dari desa ke kota tarifnya naik dan semacamnya.
Beberapa hari yang lalu jajaran Kecamatan Biringkanaya mulai Camat, Ketua PKK, Lurah Pai, serta Ketua Pokja BULo (badan usaha lorong) mengisi akhir pekan dengan panen cabe di kebun.
Panen kali ini kurang lebih 10 kg, biasanya warga yang datang memetik dan ditimbang sendiri dan dibeli dengan harga sedikit dibawah harga pasar.
Namun panen kali ini hasil yang dipetik diborong oleh ibu ketua tim penggerak PKK kecamatan yang kemudian dibagi ke warga yang datang.
Kebun cabe oleh sebagian warga dianggap sebagai tempat wisata sambil bersilaturahim, selain bisa memetik cabe, juga ada sarana olahraga dan gasebo bahkan taman bermain anak ada di lokasi tersebut. *andi amriani